Featured

AKU DAN HIDUP

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

KISAH CINTA SANG PEWARIS

Semuanya berubah sejak saat itu saat dimana aku harus kehilangan sahabat sejatiku. Dan membuatku tak ingin berteman dengan siapa pun, begitu juga disekolah bagiku aku hanya datang untuk belajar,dan mempertahankan semua prestasiku yang telah ku raih disekolah. Aku tak ingin berteman karena bagiku mereka tak sama sekali menguntungkan. Meski tak nyaman buatku namun ini harus kulakukan karena aku tak ingin luka lama itu terulang lagi.

Lagipula dengan begini mereka terlihat lebih menghargaiku, ada juga yang menjadi takut mendekatiku dan lebih memilih untuk tidak berteman denganku. Hal ini kulakukan sejak aku duduk di bangku kelas satu sampai kelas tiga SMA. Aku tahu banyak yang membicarakan tentangku tapi aku tak peduli dan lebih memilih diam. Suatu hari ketika Sedang Asyik membaca Buku di Perpustakaan.

Seseorang gadis menghampiriku, menanyakan tentang buku yang dibacanya. Dan aku pun hanya berdiam, sibuk dengan buku bacaanku.

Namun ia terus bertanya dan itu membuatku menjadi terganggu, dengan santai akupun berdiri dan berpindah tempat duduk, bukankah kamu tahu kalau di dalam ruang perpustakaan dilarang berbicara ? sahutku lalu pergi.

Gadis itu bukannya taku tetapi dengan santainya ia menjawab, Setidaknya telingamu dapat mendengar dan mulutmu juga dapat menjawab, sehingga aku tak banyak bertanya.

Dan ia pun segera keluar meninggalkan perpustakaan. Seperti biasa aku tak mempedulikannya sama sekali.

Setelah menghabiskan waktu istrahatku diperpustakaan akupun kembali ke kelas. Dengan santai aku berjalan menuju kelas, tiba – tiba saja ada yang menabrak ku. 

Hingga ia terjatuh ke lantai

Dan orang tersebut adalah gadis yang bersama ku tadi di perpustakaan.

Perlahan aku mendekatinya kutatap kedua matanya yang membuat ia  terlihat sangat gugup dan ketakutan, Akupun membantunya berdiri,karena ia telah meminta maaf  

Lain kali Kalau matamu itu tidak digunakan dengan baik, sebaiknya di buang saja sehingga kamu tidak dapat menyusahkan orang lain, sahutku kepadanya

lagi – lagi ia menjawab dengan sedikit kesal, bukankah aku sudah meminta maaf. 

Dan setidaknya lebih sopan sedikit sama wanita. Jawabnya karena tak menerima perkataan ku tadi.

Namun aku segara pergi begitu saja, lagipula aku tak ingin berdebat dengan wanita. Lagipula kulihat wajah beberapa temannya menjadi takut karena ucapannya kepadaku. Kejadian itu berlanjut  hingga suatu ketika aku sedang makan di kantin terlihat ia dan beberapa temannya sedang makan bersama. Akupun mendengar percakapan mereka dan ternyata ia adalah siswa pindahan, aku juga mendengar cerita tentangku dari teman – temannya. dan entah mengapa ia pun tiba – tiba menghampiri ku dan meminta maaf.

Aku minta maaf atas kejadian kemarin. Ucapnya lembut sambil mengulurkan tangan. Namun aku tetap saja cuek dan menikmati makananku. Karena melihat sikap cuek ku ia pun kesal. Pantas saja kamu tak memiliki teman,kalimat itu membuat ku menjadi sedikit kesal.

Dan apakah pentig buatku memafkan gadis yang tak sopan seperti kamu? Dan lebih baik lagi jika kamu tidak mengganggu makan siangku. Dan lebih baik lagi kamu mengurus urusanmu sendiri. Jawabku dan langsung meninggalkan kantin. Gadis itu tetap tak menerima perkataan ku dan berteriak menyuruhku berhenti.

Namun karena sikapku kepadanya sama sekali tidak membuatnya menyerah untuk terus menggangguku, dan terlihat sengaja mencoba berteman dengan ku. 

Dan setelah beberapa kejadian Aku pun menjadi penasaran dengan gadis tersebut, bagiku ia memiliki sesuatu yang berbeda tak seperti siswa perempuan pada lainnya. Hal ini membuatku menjadi tertarik untuk menguji kesabarannya lebih jauh lagi.

Suatu hari aku sedang mengikuti Kegiatan ekstrakurikuler dan aku tergabung dalam tim basket bersama beberapa siswa lainnya. Tak kusangka gadis itu menontonnya kadang sesekali ku melirik ke arahnya wajahnya yang terlihat risih mendengar beberapa gadis memanggil nama ku, dan sebenarnya aku tak begitu peduli namun mereka tetap mengidolakan aku. 

Dan memang ku akui aku seorang pemain basket yang menjadi tumpuan sekolah saat ini itu terbukti dengan beberapa piala dan penghargaan yang didapat untuk sekolah,diberbagai kompetisi antar sekolah.

Setelah selesai bermain basket Akupun segera kembali kembali ke kelas, dan kembali lagi kami bertabrakan namun kali ini minumannya tumpah dan membuat bajuku basah. Ia segera mengeluarkan sapu tangannya dan segera mmbersihkan baju seragamku. Kali ini aku menggenggam pergelangan tangannya dan menarik tubuhnya mendekatiku dan berbisik kepadanya,

Ingat! Pastikan kamu meminta maaf sebelum melakukannya. Karena aku tak sama dengan yang lainnya.paham ? sahutku membuatnya terdiam seribu bahasa. Dan aku pun berlalu pergi meninggalkannya.

karena terilhat banyak siswa yang nantinya hanya menyebabkan isu yang tak penting. Dan seperti dugaanku kali ini ia berlari dan menarik tanganku.

Pantas saja tak ada yang mau berteman denganmu! Kembali kalimat itu di pakainya aku hanya diam mendengarnya. Kembali kuraih tangannya dan kudekati ia perlahan, Aku tak peduli akan hal itu. Bagiku teman hanyalah sampah,yang harus ku buang. Jawabku pelan tepat di depan wajahnya. Terlihat wajahnya gugup karena tatapan ku.

Akupun melepaskan tangannya dan pergi meninggalkannya. Sementara teman – temannya kembali melarangnya untuk tidak mencari masalah denganku. Dan ada yang menasehatinya kalau aku tidak akan berteman dengan orang sederhana seperti nya,Ucap salah seorang temannya. Namun ia gadis yang keras kepala , dan tak mau menyerah. Hal itu membuatku semakin tertantang menguji kesabarannya.

Suatu hari secara tak sengaja aku mendengar ia dan beberapa temannya bercerita tentang aku. Dan juga aku tahu siapa nama gadis itu. Namanya RINI, Ia pun bertanya mengapa aku bersikap seperti itu kepada setiap orang? Dan tentu saja ia tak akan menemukan jawabannya karena tak satupun dari mereka yang tahu akan hal itu. Namun ia malah semakin tertantang dan malah mau membuat perhitungan dengan ku. Selagi asyik membicarakan tentangku. Secara sengaja aku berjalan di depan mereka dan itu membuat mereka sangat terkejut dan menjadi salah tingkah. Tapi aku sengaja tak peduli akan hal itu dan berlalu begitu saja.

Saat pulang sekolah gadis itu menghampiriku kembali, dan memberikan aku sebuah buku bacaan, 


Sungguh berani gadis ini? Pikirku dalam hati.

Entah apa yang dipikirkannya? Sebaiknya kamu membacanya agar sikapmu bisa berubah. Ucapnya. Tentu saja aku membuang buku itu, dan sebaiknya kamu tidak mencampuri lagi urusan ku. jawabku dan langsung meninggalkannya. Terlihat ia sangat kesal dan itu membuatku sedikit puas menguji kesabarannya.

Keesokan harinya Aku melihat hal yang tak terduga dari gadis ini, Ketika Aku pergi Mengunjungi kakak perempuanku yang adalah seorang Dokter spesialis bedah di Sebuah Rumah Sakit milik keluargaku. Betapa terkejutnya aku melihat gadis itu duduk dan menangis Di dalam ruang tunggu, sesuatu yang tak pernah kulihat dari dirinya. Perlahan ku mendekatinya,

Dasar gadis lemah ucapku dalam hati. Melihat aku menghampirinya ia segera berpura – pura seakan aku tak melihat semuanya.

Apa yang kamu lakukan disini ? Tanya gadis itu dengan wajah yang penuh curiga.

Apa urusan mu? Kamu sendiri apa yang kamu lakukan disini? Sahutku berbalik bertanya

Dengan polos dan jujur ia menjawab, Aku sedang menemani ibuku yang sakitdan besok ia akan di operasi. Aku hanya keluar sebentar mencari angin segar dan memikirkan darimana aku mendapatkan tamabahn uang untuk biaya operasinya?

Sejenak aku terdiam mendengar ucapannya, Memangnya dimana Ayahmu atau keluargamu yang lain apakah mereka tak membantu? Tanyaku penasaran, sikapku yang tak peduli seolah luntur oleh kepolosan dan kejujuran gadis ini. Ayahku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu sekarang hanya aku dan kakak ku, yang sedang menemani ibu di dalam. Jawabnya.

Dapatkah aku membantu? Sahutku menawarkan bantuan, Tidak ! lagipulakita tak saling kenal Dan aku tak mau merepotkan orang lain. Jawabnya, sebuah jawaban yang sangat membuat hatiku tersentuh.

Kalau begitu boleh aku melihat kondisi Ibumu? Tanyaku. Tapi kamu belum menjawab mengapa kamu ada disini ? hemmm… tadi aku habis menjenguk keluargaku, jawabku membohonginya. Dan iapun mau aku menemui Ibu dan kakaknya

Terlihat senyuman Ibunya ketika kami datang dan kakaknya yang begitu ramah ia pun terlihat bercanda dengan ibunya walaupun aku tahu ia sedang memikirkan biaya tamabahan untuk operasi namun ia berusah menyembunyikan semua itu. Ia tak ingin ibunya terlihat sedih.

Tiba – tiba kakak perempuanku datang karena Ibunya dalah pasien kakak ku. Aku sangat kaget akan hal itu. Dan pasrah karena ia akhirnya tahu sedikit tentangku. RANDY  panggil kakak ku dan kamipun saling berpandangan

Kakak sudah lama menunggu kamu. Kamu ngapain disini? Tanya kakak ku pertanyaan itu membuat RINI dan keluarganya kaget, akupun hanya diam mendengarnya.

Kakak tahu darimana aku disini? Tanyaku yang membuat perawat dan kakak ku tertawa Ini adalah IBU RATIH salah seorang pasien kakak yang besok harus di operasi, kalau pembayaran sudah di lunasi jawab kakak ku.

Seketika aku melihat raut wajah RINI yang tampak tak kuasa mengingat biaya yang harus di tanggung keluarganya.

Setelah selesai memeriksa keadaan Ibu Ratih kakak ku kembali bertanya mengapa aku ada diruangan tersebut,

Ini teman sekolah ku Namanya Rini, dan ini ibu dan kakaknya, Aku kebetulan ketemu dia di bawah ruang tunggu jadi aku sekalian jenguk mamanya yang sedang sakit.jelasku meyakinkan kakak ku.

Ya sudah habis itu kamu ke ruangan kakak. Jawab kakak singkat dan langsung pamitan sama keluarganya Rini.

Setelah kakak ku keluar akupun mulai menjelaskan ke Rini tentang kejadian tersebut. 

Maaf, aku sudah membohongimu Dan terpaksa aku harus jujur tentang semua ini. Aku tahu kamu pasti terkejut dengan semua ini. Ia adalah kakak ku seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit ini. Yang kebetulan pemilik dari Rumah Sakit ini adalah keluargaku sendiri. Aku harap kamu dapat merahasiakan semua ini dari teman – teman sekolah. Dan jujur kamu orang pertama yang ku beritahu dan aku sangat mengaharapkan pengertianmu. Jelasku panjang lebar, tamapak wajah Rini masih terlihat kesal padaku karena telah membohonginya.

Dan untuk masalah biaya Operasinya kamu tak perlu khawatir Aku rasa Ayahku dengan senang hati akan membantu, aku aka mencoba bicara sama Ayah dan Ibu serta kakak ku. Dan aku juga berharap kamu mau menerimanya anggap saja kita impas kamu menjaga rahasia dan aku membantumu, jujur ini kulakukan dengan ikhlas mau menolong Ibumu. Sambungku menjelaskan, walau Rini namapak keberatan namun aku memaksanya hingga ia dan keluarganya pun akhirnya menerima tawaran ku.

Selesai menjelaskan aku pun berpamitan dan menuju ruangan kakak ku, mencoba menjelaskan tentang kekurangan biaya yang dihadapi keluarganya Rini dan kakak ku juga akhirnya bersedia membantu ku menjelaskan kepada orang tuaku.

Tapi kakak harus tahu apa alasan kamu menolong gadis itu, padahal sikapmu itu sungguh diluar pikiran mereka yang tak mengenal mu? Tanya kakak ku,

Jujur kak, Selama Randy berada di sekolah Baru dia orang pertama yang berani menyapa Randy, entah mengapa dia berbeda dengan teman Sekolah Randy yang lain. Jelasku membuat kakak ku semakin ingin tahu tentang kepribadian Rini dan itu membuatku menjadi salah tingkah.

Setelah kakak berbicara dengan kedua Orangtuaku dan mereka pun bersedia menolong, dan mereka ingin melihat kondisi pasien sebelum di operasi, dan itu sangat membuatku gugup karena ini pertama kalinya kedua orangtuaku mau menemui pasien yang tak mereka kenal sama sekali.

Waktu menunjukan tepat pkl.20.00, Ayah dan Ibuku telah samapi di Rumah Sakit untuk melihat kondisi Pasien, yang tak lain adalah ibunya Rini. Aku dan kakak segera mengantar mereka ke ruangan dimana Ibunya Rini dirawat.

Sesampainya diruangan dan berkenalan, Ayahku mulai berbicara tentang niat untuk membantu keluarganya Rini, dan itu membuat Rini dan Keluarganya Meneteskan air mata, dan itu adalah momen dimana hatiku merasa bahagia bisa menolong Rini. Agar operasi ibunya bisa dilaksankan dan aku juga tak mau melihat Rini sedih lagi.

Aku sebagai Ayah nya Randy merasa Bahagia mendengar kabar ini, Sebagai Orangtua kami sangat khawatir dengan anak kami. Sudah tiga tahun lamanya sejak kematian sahabatnya Ia tak pernah mau berteman dengan siapapun. Namun akhir – akhir ini kami melihat perubahan dalam dirinya, dan ketika ia meminta kami untuk menolong ibu seorang temannya kami sangat bahagia mendengarnya bawah randy memiliki seorang teman. Lagipula Rumah sakit dengan senang hai akan membantu pasien yang sedang kesulitan.

Untuk masalah biaya kami akan menanggung semuanya, jelas Ayah panjang lebar kepada keluarganya Rini. Terlihat senyum kecilnya dan juga keluarganya yang membuat hatiku bahagia.

Selesai menjelaskan keluraga ku berpamitan sementara aku masih menunggu sebab ada hal yang ingin kusamapaikan juga kepada Rini.

Terima kasih nak Randy Ibu dan keluraga sangat berterima kasih atas bantuan nak Randy ucap Ibunya lembut, sambil melihat kearahku. Aku jadi merasa tak enak mendengar semuanya.

Ia Bu, jawabku singkat sambil tersenyum. segera aku meminta Rini untuk keluar sebentar,

Terlihat Rini masih canggung untuk berbicara,

Aku harap kamu jangan merasa canggung denganku, aku hanya ingin melakukan yang terbaik menurut kata hatiku, jelasku padanya dan itu membuat ia menangis dan memelukku erat, akupun membiarkanya untuk beberapa saat agar ia menjadi lebih tenang.

Maaf, setelah ia kembali tenang dan menjadi salah tingkah karena memeluku. Aku pun berusaha merayu nya hingga ia pun kembali tersenyum.

Aku tak banyak tahu tentangmu, dan tak mengenalmu, tapi mengapa kau menolongku tanyanya polos. Kamu tampak cuek,dingin,pemarah, tapi memiliki sisi lain yang berbeda membuatku menjadi bingung dengan semua ini. Jelasnya lanjut dengan wajah yang terlihat mau mengenal ku lebih jauh, Suatu saat nanti aku akan cerita semuanya.

Kamipun berpamitan kepada ibu dan kakak nya karena sudah larut malam Akupun menagantar Rini sampai Ke rumahnya.

Keesokan Harinya, kami bertemu lagi disekolah dan akupun mulai bersikap lembut kepadanya, entah mengapa sikapnya yang pemberani,polos dan jujur serta sederhan membuatku mulai menyukainya. Tentu saja perubahan sikapku itu menjadi perdebatan banyak siswa, Aku pun tak peduli soal itu yang terpenting bagiku adalah dia yaitu Rini.

Sehari setelah Ibunya di Operasi aku menemaninya ke Rumah Sakit, bahkan sampai Ibunya di nyatakan sudah bisa kembali kerumah, Akupun sering berkunjung ke Rumah Rini dan makan bersama keluarganya.

Entah mengapa aku selalu memikirkannya setiap saat.Selalu merasa nyaman berada dekatnya. Aku mulai jatuh cinta padanya, gadis polos itu pikirku sambil berbaring dan tersenyum. Tapi aku tak mau terburu – buru soal perasaan ini aku harus menunggu waktu yang tepat.

Keadaan di sekolah sudah mulai heboh dengan berita bawah seorang pengusaha terkenal yang juga pemilik Sekolah ini Akan menghadiri acara Ulang Tahun Sekolah sekaligus memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dan juga Beasiswa ke Perguruan Tinggi. Ini adalah saat diama aku begitu gugup karena semua siswa akan tahu siapa aku sebenarnya termasuk Rini dan acaranya akan diadakan besok. semua siswa diharuskan hadir, dank au sendir sudah mulai menyiapkan mental untuk hal tersebut.

Harinya pun tiba aku datang lebih pagi Sedangkan Ayah dan Ibu menyusul sejam kemudian, Terlihat Rtausan siswa telah memadati ruangan itu. Termasuk aku dan Rini yang duduk dengan sekelompok siswa berprestasi lainnya.

Setelah mendengar sambutan kepala sekolah kini saatnya aku Ayahku memberi sambutan, Betapa terkejutnya Rini melihat Ayahku yang sedang member sambutan.

Randy,,, panggilnya pelan dan sebelum ia mengatakannya aku memintanya untuk diam dan menutup mulutnya.Ia pun hanya diam dengan wajah penuh Tanya.Tiba saatnya pembagian hadiah bagi siswa berprestasi, tentu saja Namaku yang pertama di panggil setelah itu Rini dan di ikuti oleh beberapa siswa lainnya. Kami semua mendapat penghargaan sesuai dengan kemampuan masing – masing. Dan seperti kata Ayahku aku sendiri yang akan memberikan Beasiswa ke perguruan tinggi.

Namun sebelum semuanya turun aku diminta oleh bapak kepsek untuk memberika sambutan karena sebelumnya telah diperkenalkan oleh kepala ekolah kalau aku adalah anak dan sekaligus pewaris pemilik sekolah ini. Tentu saja semua siswa terdiam dan tak menyangka termasuk Rini dan teman – temannya.

Selamat siang semuanya, Aku tahu Kalian pasti kaget mengenai hal ini, dan aku juga meminta maaf dengan sikapku selama ini.

Aku mempunyai alasan untuk melakukan semua ini, dan aku sangat berterima kasih sudah untuk kalian smeua yang mau mencoba berteman denganku, jujur aku menghargai niat baik kalian, Sekali lagi terima kasih. Dan khusus buat Rini terima kasih sudah banyak membantuku. Terlihat wajah Rini memerah ketika ku sebut namanya. Setlah kalian mengtahui semua ini aku berharap kalian tidak menghindari ku lagi. dan aku siap menjadi bagian dari kalian.

Sebelum aku mengakhiri sambutan ku Aku akan memanggil kedua orang tuaku untuk membarikan Beasiswa keapda beberapa Siswa yang untuk melajutkan pendidikan ke luar negeri.

David seorang yang selalu mendapat peringkat kedua di kelasku.

Ria seorang yang juga pantas mendapatkannya karena usaha dan kerja kerasnya di bidang music.

Rini salah seorang gadis polos yang bercita – cita menjadi Dokter. Rini tampak sedih karena salah seorang temannya yang juga sama pintarnya tidak dipanggil.

Dan Karena saya juga berhak mendapatkan Beasiswa ini, Akan tetapi saya pasti akan menolaknya, dan beasiswa in akan saya beri dengan ikhlas kepada seseorang yang begitu dekat dengan orang yang saya kenal, saya memilki alasan tersendiri membarikan in karena saya yakin ia lebiih membutuhkan ini,

Reni, Ia meneteskan air mata begtu juga Rini mereka berpelukan lalu kemudian maju bersama Karen Reni Nampak kaget mendengarnya, Perlahan Rini menggandeng tangannya melangkah kedepan. Selesai pemberian Beasiswa selesai juga sambutan ku.

Sejak hari itu semua siswa mulai berteman denganku ada yang begitu mengidolakan ku. Ada yang mulai sengaja mencari perhatian. Kadang membuatku menjadi risih tapi aku hanya perlu menjalani kenyataan ini.yang munkin takan terulang lagi. beitulah nasihat gadis polos

Akhirnya saat yang di tunggu – tunggu datang juga, dan ini membuatku bersemangat dengan perasaan yang bercampur. Saat yang cukup lama kunantikan Akupun mengungkapkan isi hatiku pada Rini.

Di sebuah taman yang tertata rapih dengan cahaya lampu yang menambah keromantisan perlahan aku memegang tangannya menatap dalam matanya.dengan suara yang terasa gugup aku mengungkapkan isi hatiku. Ia nampak kaget wajahnya memerah. Perlahan kata – demi kata keluar dari mulutnya Ia menerima cintaku.

MENAGIH JANJI SEORANG PEMIMPIN

Sebelum kita memilih seorang pemimpin tentu kita telah melihat banyak hal, mulai dari Visi, Misi, Program kerja dan Janji kerja dll.

Tentunya kita percaya pada seorang calon pemimpin tersebut. Dan berharap ketika terpilih menjadi pemimpin ia akan bekerja sesuai yang kita harapkan.

Namun bagaimana ketika seorang pemimpin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan?

Apakah kita Membencinya ?

Terkadang Kita berpikir bawah Sebuah janji harus ditepati Tanpa alasan apapun. Apakah kita tak melihat ada banyak hal yang juga penting yang harus dikerjakan oleh pemimpin.

Bukankah kita percaya pada pemimpin pilihan kita ?

Tapi mengapa kita seolah mendesak agar ia menepati janji?

Apakah kita hanya menilai bawah seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menepati janji, tanpa kita sadari sebuah janji dibuat agar orang memilihnya dan pada kenyataan tak semua memilihnya.

Sebagian orang menagih janji dengan mengatasnamai banyak orang padahal tidak semua orang menginginkannya.

Tanpa kita sadari janji tidak selalu memuaskan hati banyak orang. Karena bukti kerja nyata yang berpihak kepada orang banyak akan terasa lebih memuaskan.

Menurut saya orang tidak menilai seorang pemimpin dari sebuah janji tapi dari bukti kerja yang mementingkan banyak orang.

Janji seorang pemimpin hanya sebatas kepada orang yang memilihnya dan orang yang memilihnya tentu akan menagih janji tersebut.

Tapi pemimpin bekerja bukan kepada orang yang memilihnya tapi ia bekerja dengan tanggung jawab kepada banyak orang.

Pemimpin memang tak harus menepati janjinya, karena ia hanya manusia biasa. Tapi sebuah kerja nyata demi banyak orang akan menjadi bukti bawah pemimpin lebih mementingkan kepentingan banyak orang daripada sebuah janji yang telah memberinya kedudukan sebagai pemimpin.

Sebuah kekecewaan tentu akan ada tetapi dengan bukti kerja nyata dapat mengobati semuanya.

 

KEMATIAN AYAH DAN ANAK

Awal kami pindah kerumah itu, semuanya seperti biasa Namun perlahan sifat kakak ku menjadi berubah dan lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar kadang aku mendengar dia bercerita dengan seseorang dari dalam kamarnya, dan Akupun menceritakan hal tersebut kepada Ayah namun tanggapan Ayah mungkin kakak ku lagi belajar acting dan akupun tidak pernah memikirkan hal – hal aneh.dan selalu berusaha berpikiran positif. Setalah Dua bulan menempati rumah itu.

Pada Hari jumad, tepat jam 12.30 kami sekeluarga terbangun dengan suara teriakan kakak ku, Ayahku langsung berlari menuju kamar kakak ku mencoba membuka pintu yang terkunci. Aku yang mendengar suara teriakan Ayah memanggil Namaku ikut terbangun dan menuju ke kamar kakak ku, berdua bersama Ayah mencoba mendobrak pintu kamar yang terkunci Sementara dari dalam terdengar suara tangisan, dan teriakan minta tolong dari kakak ku, Ibu yang berada tepat di belakangku hanya menangis.

Perlahan suara kakak ku mulai hilang Aku dan Ayah yang sedari tadi mencoba membuka pintu akhirnya berhasil, Betapa terkejutnya kami sekeluarga mendapati kamar dalam keadaan berantakan sementara kakak ku terlihat sudah dalam keadaan sekarat seperti habis dibanting kepalanya mengeluarkan darah yang begitu banyak Aku segera mengangkat Tubuh kakak ku, Ayah dengan sigap mengambil kunci mobil sementar Ibu hanya bisa menangis melihat keadaan kakak ku sambil bertanya – Tanya siapa yang melakukan tindakan kejam ini terhadap kakak ku. Kami pun langsung menuju Rumah Sakit terdekat.

Namun naas Ayah yang menyetir mobil dan dalam keadaan yang begitu rapuh, Tiba – tiba kami di kagetkan oleh sesosook bayangan hitam berjubah yang berada di tengah jalan, kami pun langsung berteriak, dan saat itu juga Ayah menjadi kaget dan berusaha menghindari. Sejak saat itu aku sadar kami semua berada di Rumah Sakit. Dan kejadian itu membuat Ayah dan kakak ku meninggal semntara aku dan Ibu dapat ditolong. Semenjak kejadian itu aku dan Ibu berusaha mencari Tahu Apa penyebabnya. Setealh cukup lama mencari jawaban akhirnya lewat seorang paranormal kami di beritahu kalau Ayah Adalah pemuja Setan. Tentu aku dan Ibu tak lantas percaya begitu saja. Dan berusaha mencari bukti apakah benar Ayahku yang adalah seorang yang begitu kami hormati dan disegani banyak orang melakukan hal tersebut sehingga putrinya sendiri menjadi tumbal dari Pemujanya.

Aku dan ibu pun berusaha mencari lebih banyak bukti, sekitar Dua tahun berlalu saat malam aku bermimpi di datangi oleh arwah kakak ku. Yang mengajak ku kerumah kakek ku sesampainya disana Aku diajak ke sebuah Ruangan yang letaknya tepat di dalam ruang kerja Ayahku, rumah itu sudah sangat tua dan semenjak Ayah bekerja di kota kamipun tidak pernah berkunjung dirumah tersebut. Tepat diruang kerja Ayahku kakak ku menunjuk kea rah sebuah pintu kecil tepat dibelakang lemari buku milik Ayah seketika itu Arwahnya menghilang dan akupun terbangun.

Keesokan harinya aku menceritakn mimpi yang kualami semalam kepada Ibu karena menurutku ini sebuah petunjuk yang mungkin berkaitan erat dengan kejadian yang menimpa kakak ku. Tepat setelah aku menceritakan mimpiku, Langsung hari itu juga aku dan ibu menuju ke rumah kakek ku di desa. Perjalanan yang memakan waktu 4 jam kami tiba dirumah kakek ku, Segera ibu turun dari mobil dan Akupun langsung mengikutinya. Seketika langkah Ibu terhenti dan menarik nafasnya dalam – dalam lalu mengeluarkanya perlahan. Rumah ini banyak sekali kenangannya sahut ibu sambil meneteskan air mata. Ia bu jawabku singkat, sudah lama sekali kita tidak pernah lagi kesini,Sambungku.

Dan kamipu segera masuk menuju ruang kerja Ayah dan mencari Pintu kecil yang ditunjukan kakak ku dalam mimpi, Ibu mengerti mengapa Ayahmu melarang Ibu masuk ke ruang kerjanya, Sahut ibuku. Jadi semasa ibu dan Ayah tinggal disini ibu tak pernah masuk ruangan ini? Tanyaku sambil mencari pintu yang dimaksud. Ia dan bukan Cuma Ibu saja tapi kakek dan nenekmu juga dilarang dan bahkan saat Ayahmu pergi kerja pun Ruangan ini selalu di kuncinya, jelas ibu ku sambil ikut mencari.

Itu dia bu pintunya, sahutku sambil mencoba menggeser sebuah lemari buku yang letaknya a terpisah dengan yang lainnya, Berhasil ucapku dalam hati. Ayo kita buka bu, Ajakku sambil membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci. Betapa kagetnya Aku dan Ibu dalam ruangan yang cukup sempit tersebut dengan bau yang sangat menyengat seperti bau mayat, karena sangat gelap akupun menyalakan senter banyak ada sebuah buku tulisan kuno yang tidak kami mengerti, segera ku ambil dan kumasukan kedalam Tas ku, ada juga gambar – gambar yang menyeramkan yang membuat aku dan ibu menjadi takut. Doni panggil ibu ku, Ia bu jawabku singkat sambil menghampiri ibu. Terdapat secarik kertas yang bertuliskan sebuah perjanjian dengan Setan dan disitu terdapat Nama kakak ku. Dan ada lagi tulisan yang tidak kami mengerti, akupun menyimpannya dalam tasku.

Setealh cukup lama berada diruangan tersebut dan merasa sudah mengumpulkan banyak bukti kamipun keluar dan segera meninggalkan Rumah Tersebut, dan langsung menuju kerumah paranormal yang kami kenal, yang pernah mengatakan kalau Ayahku adalah pemuja setan. Setalah cukup lama menempuh perjalanan kami pun tiba di rumahnya, Segera aku dan ibu turun dari mobil. Sebelum mengetuk pintu rumahnya, Tiba – tiba saja paranormal itu membukakan pintu, sambil berkata aku sudah lama menunggu kalian, bagaimana apa kalian sudah membawah bukti – buktinya, ucapnya sambil menyuruh kami duduk beristirahat dan akupun sibuk mengeluarkannya satu persatu dari tasku. Setelah paranormal itu melihat semua buktinya ia berkata kalau Ayahku benar – benar seorang pemuja Setan, dan ia juga mengatakan kalau Setan tersebut sangat menyukai Anak gadis yang masih perawan. Dan ia juga mengatakan kalau setan itu selalu mengikuti ayah bahkan ia sekarang tinggal serumah dengan kalian.Mendengar perkataan itu Ibu dan Aku sangat terpukul dan Ibu pun berniat menjual Rumah tersebut. Dan yang membeli Rumah itu adalah Ayah nya Mba Ira sendiri.

#nantikan sambungannya @ CERITA KEMATIAN YANG MENIMPA KELURAGA KU#

RUMAH TUA

SUARA LANGKAH KAKI

Suara itu terdengar kembali tepat dijam yang sama dan hari yang sama dan  ini sudah kali ketiganya, pasti ada sesuatu yang tak beres. Pasti ada maling yang sedang mengintai dan sengaja menakuti pikirku dalam hati. Suara itu terdengar semakin mendekat dan berhenti tepat di depan kamarku.

Perlahan aku bangkit dari tempat tidur menyalakan lampu dan perlahan ku buka pintu kamarku, tak ada siapa – siapa padahal aku jelas sekali mendengar suara langkah kaki itu. Segera kuraih sapu dan perlahan ku mengitari setiap sudut ruangan tapi tak ada yang ku temui sam sekali. SAM dan ANDRE tidur dengan lelap. Lalu siapa pikirku semakin kebingungan, tiba – tiba aku dikejutkan dengan seekor kucing hitam yang melintas cepat karena kaget aku pun langsung berlari ke kamar dan mengunci pintu, menarik selimut lalu menutup seluruh badan. Kejadian ini membuat aku selalu terjaga hingga pagi.

Keesokan harinya akupun menemui pemilik rumah yang lama sebelum aku membelinya berusaha mencari informasi, Apakah ia pernah mengalami kejadian yang serupa dengan yang ku alami. Sesampainya di tempat yang telah dijanjikan pemilik rumah tersebut tak kunjug datang, karena sudah lebih dari satu jam akupun akhirnya meniggalkan temapt tersebut dengan perasaan yang sedikit kecewa, karena pemilik rumah tersebut seperti menghilang tanpa kabar. Akupun semakin curiga dengan rumah yang ku temapati tersebut.

Sehari setelah itu aku mendapat telepon dari kepolisian bawah pemilik rumah tersebut meninggal rumah, dugaan polisi ia meninggal karena di bunuh dan polisi mencurigaiku karena sebelum itu aku sempat mengirimkan pesan untuk bertemu dengannya, aku pun segara menuju ke tempat kejadian dan menjadi saksi atas kematian pemilik rumah tersebut, Sebagai seorang warga yang taat terhadap hokum aku pun memberikan keterangan sesuai dengan pertanyaan dari para penyidik.

Sebulan setelah kematian Ibu Ratih pemilik rumah ini aku tidak mendapat gangguan dari suara langkah kaki itu. Namun tepat pada hari Jumad di jam yang sama selagi asyik mengerjakan tugasa kantor yang menumpuk dan terpaksa harus ku kerjakan dirumah. Membuatku selalu tidur diatas jam 2 dinihari. Suara langkah kaki itu terdengar kali ini langkahnya lebih lambat dan terkesan berhati – hati. Karena rasa penasaran yang sangat memaksa batinku untuk mencari tahu aku pun perlahan mematikan lampu dan berjalan pelan mendekati pintu, segera ku menundukan kepala dan berusaha melihat lewat lubang kunci,terlihat samar – samar karena keadaan diluar tak bercahaya karena lampu semua telah kumatikan, Namun aku tak menyerah ku berusaha agar dapat kulihat siapa orang iseng yang selalu menggangguku. Namun usaha ku tak juga membuahkan hasil karena lubang kunci yang terlalu kecil menjadi kendala bagiku aku pun berniat untuk melabraknya dengan membuka pintu secara tiba – tiba dengan keberanian yang cukup dan sedang memgang sebatang balok berukuran sedang. Akupun membuka pintu, namun lagi – lagi tak ada siapa – siapa di depan kamarku, kembali seekor kucing yang sama melintas di depannku ia berhenti tepat didepanku dan dengan tatapan tajamnya menatap kearahku.

Sebelum tidur aku kembali memastikan semuanya termasuk SAM Dan ANDRE setalh memastikan akupun menuju kamar dan betapa kagetnya tiba – tiba pintu aku melihat sebuah bayangan berjubah hitam melintas masuk ke kamarku dansaat itu juga pintu kamarku tertutup dengan keras, akupun ketakutan dan langsung berteriak sejadinya SAM Dan ANDRE pun kaget dan terbangun  segara mereka berlari menghampiriku diruang Tamu. Ada apa Kak? Tanya Sam dan Andre bersamaan dengan wajah kebingungan, Aku yang semula takut perlahan mencoba menenangkan diri sambil mencari alasan agar kedua Adikku it tak merasa takut apabila mendengar ceritaku. Setalah mendegar penjelasanku mereka pun kembali tidur dan aku pun berusaha menenangkan diri berjalan menuju kamar dan membuka pintu, kembali aku dikejutkan dengan kamarku yang berantakan. Namun aku tak melihat siapa – siapa.

Akupun segera menutup pintunya kembali dan tidur dikamar tamu, Keesokan paginya aku menceritakan kepada seorang Sahabatku Namanya Rani, Yang kebetulan Neneknya adalah seorang Paranormal, aku menceritakan kejadian itu dengan rasa Frustasi yang membuatku ingin cepat – cepat menyelesaikan masalah ini, David yang mendengar cerita ku terlihat bersemangat karena dia begitu percaya akan hal – hal mistis sementar aku menganggap ini hanya kelakuan orang iseng yang sengaj menakutiku, tanpa alasan yang jelas.Setelah mendengar pernjelasannku yang cukup lama ia mengajakku untuk menemui neneknya dan diapun bersedia membantuku menyelesaikan masalahku. Aku pun menyetujui usulannya walaupun aku belum terlalu yakin kalau yang melakukan hal ini adalah Mahkluk Gaib atau semacamnya. Lagipula dengan berbagi masalah in dengannya setidaknya dapat mengurangi bebanku walaupun sedikit.

Keesokan harinya kami berdua menemui neneknya yang tinggalnya cukup jauh di sebuah kompleks perumahan elit. Setiba dirumah neneknya kamipun disuruh masuk oleh pembantunya mataku terus menatap sebuah Boneka dengan wajah yang terkihat sangat sedih, seperti boneka miliknya DEWI kakak perempuanku yang meninggal karena kecelakaan bersama kedua orang tuaku  1 tahun yang lalu. Selagi asyik melihat sambil menunggu neneknya, Tiba – tiba aku dikagetkan dengan suara neneknya, Kamu datang disaat yang tepat sahutnya, sambil tersenyum melihatku, Aku pun langsung bersalaman dan memperkenalkan diri.

Boleh nenek lihat apa yang kamu bawah di dalam tasmu? Tanyanya sambil tetap tersenyum. Ia nek boleh, seketika aku membuka tasku bermaksud menunjukan isi tasku, betapa kagetnya karena Boneka yang semula di dalam lemari kaca itu telah berpindah ke dalam tasku, Akupun menatap neneknya Rani dengan raut wajah bingung, sangat ketakutan karena takut dituduh maling padahal aku sama sekali tidak tahu kenapa boneka tersebut ada didalam tasku. Nenek tahu kamu tidak mengambilnya tapi dia sendiri yang memilih kamu. Kamu boleh membawahnya pulang dan dia yang akan membantumu menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi saat ini, Aku semakin bingung dengan ucapan neneknya Rani.

Dan berusaha menolak pemberiannya namun maksudku itu talah diketahui oleh neneknya, percuma jika kamu menolaknya karena dari Boneka itu semuanya akan terungkap. Jelas neneknya namun aku semakin tak mengerti , bawalah boneka itu nanti kamu akan mengerti dengan sendirinya jelas neneknya lagi, aku pun menyetujuinya dan kami pun berpamitan karena hari sudah menjelang sore, dan boneka itu pun dengan terpaksa ikut bersama ku, sesampainya dirumah aku mengeluarkan boneka itu dan kuletakan di meja kerjaku yang letaknya tepat disamping tempat tidur. Sambil terus mataku memperhatikan wajah boneka itu yang terlihat sangat sedih.

Kak… Ira panggil Sam, sambil mengetuk pintu dan itu sangat mengagetkan  akupun segera membuka, Ayo kita makan Makanannya sudha siap sahutnya ketika pintu itu terbuka maklum semenjak ditinggal kedua orang tua kami mulai hidup mandiri dan merekan pun sudah terbiasa kalau aku lupa memasak mereka yang akan memasaknya. Oke jawabku sambil keluar bersamanya menuju ruang makan. Kak siang tadi ada seorang lelaki yang datang mencari kakak, katanya teman kantor kakak, Namanya Doni dan dia meninggalkan nomor telponnya , dan dia juga berpesan kalau kaka harus segara menelponnya karena ini sangat penting. Aku bingung dengan penjelasan kedua adikku ini karena semua teman kantorku tidak ada yang bernama Doni pikirku dalam hati, Kak teriak Andre, kakak kenapa ? tanyanya bingung. Tidak apa – apa, ia nanti sehabis makan kaka akan menelpon orangnya jawabku mencairkan susasana kembali, dan mengalihkan pembicaraan tentang bagaiman kegiatan mereka disekolah selama.

Sehabis makan akupun langsung menelpon Doni, Hallo… terdengar suara laki – laki yang sepertinya seumuran denganku. Ini dengan siapa? Tanyanya singkat. Maaf mengganggu ini dengan Ira, Oh ia mba Ira saya Doni Saya Anak Ibu Ratih pemilik Rumah yang meninggal berapa bulan yang lalu. Saya tahu semua cerita tentang Rumah itu dan saya ingin menumui mba tapi secara empat mata tak boleh ada yang tahu karena ini sangat membahayakan nyawa saya, jelasnya meyakinkan ku dan kami pun berjanjian untuk ketemu di rumah neneknya Rani. Keesokan harinya aku bersama Rani menuju rumah neneknya setalah 15 menit perjalanan kami pun tiba dan disusul Doni menit kemudian.

Neneknya yang telah mengetahui kehadiran kami menyambut kami dengan senyuman hangatnya, kami berempat duduk di sebuah ruangan yang letaknya sangat Rahasia. Doni pun mulai membuka pembicaraan tentang kisah kejadian – kejadian aneh yang pernah dialami kakak perempuanya di rumah itu, mendengar kisah yang begitu tragis akupun menlpon adikku agar jangan dulu pulang kerumah aku menyuruh mereka meenunggu aku dirumah Salah seorang sahabat orangtuaku sampai aku datang menjemput mereka setalah memastikan keadaan kedua adikku, setelah memastikan keadaan mereka aman akupun bisa tenang dan mendengar kembali cerita Doni.
 

#tetap ikuti kisah selanjutnya @KEMATIAN AYAH DAN ANAK#

 

 

SEBATAS KASIH SAYANG ORANG TUA

Segalanya tentu ada batasnya. Begitupun dengan kasih sayang orang tua kita.
Kadang kita sering berharap lebih dari batas kemampuan orang tua kita dan kita seolah merasa wajar Akan hal itu.

Sebatas kasih sayang yang mereka berikan rasanya seperti tak cukup untuk kita nikmati. Tidakkah egois diri kita terhadap orang yang begitu menyayangi kita. Tak terhitung perngorbanan mereka namun semua tetap ada batasnya. Karena mereka pun hanyalah manusia biasa..

Sebatas kasih dan sayang orang tua bagaikan sebuah batasan yang tak dapat kita jangkau. Batasan yang dapat kita rasakan suatu saat nanti.
Dan baru saat itu kita menyadari setiap batasan itu.
Batasan yang juga merupakan suatu kemampuan kita dalam memberi kasih sayang.

Sebatas kasih sayang orang tua
Mungkin tak semua kita menyadari akan hal ini. Apakah benar kasih sayang orang tua kita ada batasnya???
Cuma kita yang merasakan disaat apa yang kita minta terkadang tak dikabulkan.
Apa yang kita harapkan jauh dari kenyataan.
Tapi apakah kita tau tentang batasan kasih sayang orang tua kita?

JAKARTA

Seperti yang kita ketahui akhir – akhir ini jakarta menjadi bahan perbincangan banyak orang. Menurut pendapat saya hal ini sangat wajar karena, JAKARTA itu merupakan IBUKOTA NEGARA REPUBLIK INDONESIA. yang akan selalu mendapat sorotan rakyat INDONESIA. Mengapa demikian karena di JAKARTA itu sendiri terdapat berbagai Suku, Budaya, Bahasa, Agama, ini harusnya menjadikan JAKARTA sebagai Contoh untuk daerah lain dalam kehidupan Ber-Masyarakat, Ber-Agama, yang Harmonis.

Dengan beragam Suku,Budaya,Bahasa,Agama, Masyarakat JAKARTA pasti sudah sangat memahami bagaimana Hidup dalam Perbedaan. sehingga ketika ada ancaman yang mau merusak  itu tidak akan berarti bagi Masyarakat JAKARTA. Bukan hal mustahil bagi kota JAKARTA mencapai keharmonisan dalam kehidupan Ber-Masyarakat serta Ber-Agama dan menjadi contoh bagi daerah lain. Peran Pemerintah menjadi sangat penting, dalam merangkul Masyarakat dan juga Kaum Muda, untuk ikut serta dalam menjaga Persatuan di JAKARTA.

#semogajakartasemakinbaikkedepannya#

 

 

 

AMB(ajakan membaca buku)

Tingkatkan Budaya minat baca sejak usia dini, Agar nanti menjadi manusia yang peduli terhadap sesama, sopan santun dalam bertingkah laku dan bertutur kata.

Dengan meningkatkan minat baca sejak usia dini, maka akan lahir generasi penerus bangsa yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Dengan begitu saya yakin kedepannya bangsa ini akan dihiasi oleh Generasi penerus yang menghargai keberagaman, dan akan lahir pemimpin – pemimpin Bangsa yang mampu membawa bangsa ini kearah yang lebih baik.